Pasar Saham Asia Jatuh, Kapitalisasi Triliunan Rupiah Menguap
Kekhawatiran investor atas krisis Timur Tengah yang memanas dan lonjakan harga minyak memicu aksi jual besar-besaran di bursa Asia, dengan indeks utama Korea Selatan dan Jepang mengalami penurunan poin terbesar dalam sejarah mereka.

Gejolak geopolitik di Timur Tengah seketika menerpa pasar keuangan Asia pada Senin (9/3/2026). Investor panik dan melakukan aksi jual massal, menyebabkan indeks acuan di Korea Selatan dan Jepang ambles ke level terdalam. Indeks KOSPI Korea Selatan terperosok tajam sebesar 333,00 poin atau 5,96 persen ke level 5.251,87, sementara KOSDAQ yang berorientasi pada teknologi jatuh 52,39 poin atau 4,54 persen menjadi 1.102,28 .
Jepang mengalami pukulan yang lebih keras. Indeks Nikkei 225 kehilangan lebih dari 2.800 poin, menandai penurunan poin terbesar ketiga dalam sejarah bursa Tokyo. Indeks utama Negeri Sakura itu berakhir turun 2.892,12 poin atau 5,20 persen dari posisi Jumat sebelumnya di level 52.728,72. Aksi jual ini mencerminkan kekhawatiran investor bahwa kenaikan biaya energi akan menggerogoti keuntungan perusahaan dan memicu inflasi .
Kepanikan bahkan mulai merambah ke jantung kapitalisme dunia, Amerika Serikat. UNHAS TV melaporkan bahwa lebih dari 3 triliun dolar AS telah keluar dari pasar uang dan saham di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 650 poin hanya dalam lima hari terakhir. Para analis memperingatkan jika tren ini berlanjut, ekonomi AS akan menghadapi kebuntuan dengan inflasi meninggi, utang rakyat membengkak, dan pengangguran meluas .
Untuk menenangkan investor yang panik, Gedung Putih gencar mengeluarkan narasi "Short Term Pain for Long Term Gain" atau "Penderitaan Singkat untuk Hasil Jangka Panjang" di media arus utama seperti CNBC, Fox News, dan CNN. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut tekanan ekonomi saat ini sebagai "masa detoksifikasi" untuk membangun ekonomi yang lebih kuat, meskipun ekonom independen meragukan strategi ini dan memperingatkan risiko resesi jangka panjang .
Artikel Terkait
EkonomiGelombang Kejut Ekonomi: Bagaimana Konflik Timur Tengah Mengubah Peta Moneter Global
EkonomiDampak Tak Terduga: Bagaimana Ketegangan Timur Tengah Mengubah Peta Ekonomi Global 2026
EkonomiDampak Domino Konflik Timur Tengah: Inflasi AS Melonjak, Suku Bunga Terjebak Tinggi?
EkonomiAnalisis Dampak Geopolitik Timur Tengah Terhadap Stabilitas Moneter Global: Perspektif OECD 2026
Daftar Pustaka
Berikut adalah daftar referensi yang digunakan sebagai sumber informasi dan rujukan terverifikasi dalam penulisan artikel ini.
Dewan Pers Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Jakarta: Dewan Pers.
https://dewanpers.or.id/pedoman/ko_de_etikBadan Pusat Statistik (BPS). (2024). Laporan Statistik dan Indikator Pembangunan Sosial Indonesia. Jakarta: BPS RI.
https://www.bps.go.idKementerian Komunikasi dan Digital RI. (2024). Standardisasi Verifikasi Data & Literasi Media Siber Nasional. Jakarta: Komdigi.
https://www.komdigi.go.idPusat Dokumen & Informasi Ilmiah LIPI/BRIN. (2023). Pedoman Sitasi dan Akurasi Data Berita Publikasi Media Digital. Riset Jurnalistik Indonesia, 12(2), 45-58.
https://lipi.go.idCatatan: Daftar pustaka disusun sesuai kaidah penulisan rujukan terverifikasi guna menjamin akurasi, transparansi, dan integritas data jurnalistik Michael Kors Outlet.




